Categories
Artikel

Jual Domba Murah Boyolali dan Cara Mengatasi Kudis Pada Domba Ternak

Jual Domba Murah Boyolali – Berbagai gangguan kesehatan bisa menyerang domba ternak anda. Masalah kesehatan yang paling umum yaitu kudis atau scabies. Kudis pada domba bisa disebabkan oleh tungau Psoroptes ovis dan merupakan risiko yang cukup signifikan terhadap kesehatan, kesejahteraan, dan produktivitas kawanan domba. Keropeng atau kudis pada domba yang disebabkan oleh tungau parasit, merupakan gangguan pada permukaan kulit. Infeksi yang diakibatkan oleh kudis dapat melemahkan tingkat produktivitas domba, malnutrisi, infeksi sekunder, hipotermia hingga kematian. Gangguan kudis pada domba membutuhkan waktu perawatan yang cukup memakan waktu. Untuk itu, sebagai peternak anda harus mewaspadai kondisi ini.

Kudis pada domba seringkali disebut sebagai penyakit musim dingin karena kebanyakan kasus terjadi dari musim gugur hingga musim semi, meskipun sejumlah kasus terjadi pada bulan-bulan musim panas. Tungau akan menyerang permukaan kulit, meskipun dapat tetap hidup di luar inang selama 16-18 hari. Betina hanya membutuhkan pemupukan satu kali sebelum bertelur 2-3 telur per hari, yang menetas setelah 1-2 hari, dan dia hidup sekitar 40 hari. Setelah menetas, parasit tersebut melewati tahap larva, tahap nimfa, kemudian berlanjut hingga dewasa. Selama tahap nimfa, tungau tidak makan, yang merupakan faktor penting untuk dipertimbangkan saat menggunakan endektosida yang dapat disuntikkan untuk mengobati keropeng. 

Keropeng atau kudis yang terjadi pada domba dapat ditularkan melalui kontak dengan tungau hidup atau koreng yang menempel pada pagar, kawat berduri, semak dan lainnya. Cara penularan yang biasa terjadi adalah akibat kontak antar domba, terutama di pasar. Pada tahap awal infeksi, ketika jumlah tungau rendah, mungkin tidak ada tanda klinis yang jelas. Domba dengan keropeng subklinis dapat terlihat normal dan tanpa disadari dapat berujung pada flok. Tungau psoroptes ovis bisa menembus epidermis kulit untuk memakan getah bening. Pustula kekuningan berkembang sehingga pecah, eksudasi membentuk kerak kekuningan khas dan bulu menjadi lembab dan kusut. 

Baca Juga: Jual Domba Murah Surakarta dan Pelajari Kuku Busuk yang Mempengaruhi Kondisi Domba Ternak

Iritasi yang intens menyebabkan domba menjadi hipersensitif, menggigit saat disentuh, atau bahkan berguling-guling di tanah. Interaksi bakteri dan enzim pencernaan pada permukaan kulit domba mungkin bertanggung jawab atas reaksi inflamasi berlebihan yang terbukti pada kudis domba. Domba dengan kudis menunjukkan peningkatan kejadian menggaruk dengan kaki belakang, menggosok atau gatal pada bagian samping dan ekornya pada benda mati seperti pagar atau dinding. Waktu yang dihabiskan dalam aktivitas ini pada akhirnya mengganggu pola perilaku berbaring dan makan mereka yang normal.

Area penggembalaan yang umum, di mana domba dapat dengan bebas berkeliaran dari satu area ke area lain, dapat menyebabkan penyebaran penyakit yang cepat. Ini bisa menjadi masalah besar dalam melacak asal kawanan dan memastikan pengobatan yang tepat. Pendekatan kolaboratif untuk mengendalikan kudis yang terjadi pada domba, terutama di daerah dengan populasi domba yang padat diperlukan. Untuk pengendalian serangan penyakit kudis pada domba, anda bisa melakukan suntikan antibiotik. Serta menjaga kebersihan domba dan lingkungan ternak domba.

Ternak domba menghadirkan banyak keuntungan bagi anda, sehingga tidak heran apabila banyak orang yang mulai menggeluti usaha ternak domba. Apabila anda membutuhkan supplier domba atau peternakan domba, hubungi kontak person Doaz Farm. Kami merupakan supplier domba dengan kondisi yang bagus. Dengan menjaga kebersihan kandang dan memberikan asupan makanan terbaik untuk menghasilkan domba-domba yang sehat dan bagus. Segera hubungi Doaz Farm untuk mendapatkan domba yang bagus dari peternakan dan supplier domba kepercayaan anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *